Xiaomi, raksasa elektronik asal Tiongkok yang kini serius menggarap pasar kendaraan listrik, dilaporkan sedang mempersiapkan strategi perluasan produk yang agresif.
Menurut laporan eksklusif dari media 36Kr yang juga dilansir dari CarNewsChina, Rabu (31/12/2025), perusahaan tersebut berencana meluncurkan empat model baru sepanjang tahun 2026, menandai babak baru dalam persaingan sengit industri EV Tiongkok.
Rencana tersebut mencakup penyegaran pada sedan andalan mereka, Xiaomi SU7, serta dua model SUV baru yang mengadopsi teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV) atau range-extender.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari sumber dalam industri, timeline peluncuran direncanakan dalam dua fase. Pada paruh pertama 2026, konsumen akan disambut oleh varian penyegaran (facelift) dari SU7 dan sebuah SUV EREV berkapasitas 7 penumpang.
Sementara itu, paruh kedua hingga akhir tahun akan menyaksikan kehadiran varian eksekutif long-wheelbase dari SU7 dan sebuah SUV EREV 5 penumpang.
Fokus utama banyak pengamat tertuju pada SUV 7 penumpang yang dikembangkan dengan kode internal “Kunlun”. Model ini diposisikan untuk bersaing langsung di segmen SUV premium keluarga besar, melawan pemain mapan seperti Li Auto L9 dan Leopilot D19.
Bocoran spesifikasi mengindikasikan SUV ini akan dibekali baterai berkapasitas lebih dari 70 kWh, yang mampu memberikan daya jelajah mode listrik murni antara 400 hingga 500 kilometer.
Keberadaan “Kunlun” bukanlah isapan jempol. Pada Oktober lalu, sejumlah foto spy shot beredar menunjukkan sebuah SUV besar berbalut kamuflase yang sedang diuji di Xinjiang.
Yang menarik, uji coba ini dipimpin langsung oleh CEO Xiaomi, Lei Jun, dan jajaran petinggi perusahaan. Keberadaan knalpot tunggal di bagian belakang pada foto-foto tersebut semakin menguatkan spekulasi bahwa ini adalah kendaraan bermesin penggerak tambahan (EREV).
Komitmen Xiaomi pada teknologi EREV telah lama disiapkan. Sejak 2023, perusahaan aktif membuka lowongan kerja terkait pengembangan teknologi ini.
Sampai saat ini, lebih dari 20 posisi terkait EREV masih terbuka di situs karir resmi Xiaomi, menandakan investasi sumber daya manusia yang besar di bidang ini.
Rencana Xiaomi ini muncul di tengah ramainya persaingan di segmen “large-battery hybrid” atau hibrida dengan baterai besar. Tahun 2025 menjadi tahun pembuka dimana banyak model EREV, seperti IM LS6 dan Fulwin T11, mulai membanjiri pasar Tiongkok.
Tren ini diprediksi akan semakin panas pada 2026. Tidak hanya Xiaomi, kompetitor seperti Xpeng juga dikabarkan akan memperkuat portofolio EREV mereka dengan meluncurkan varian tersebut pada model G7 dan P7+.
Beberapa kendaraan hibrida baru dengan baterai berkapasitas sekitar 80 kWh juga disebut-sebut sedang dalam tahap perencanaan.
Dengan strategi “empat model dalam setahun”, Xiaomi jelas tidak ingin hanya menjadi pemain satu model.
Mereka berambisi menantang dominasi pemain lama di pasar EV yang semakin padat, khususnya dengan mendobrak segmen SUV keluarga yang sangat diminati di Tiongkok.
Keberhasilan eksekusi rencana ini akan menjadi ujian nyata bagi daya tahan dan inovasi Xiaomi di dunia otomotif.