Seorang pria bernama Carlos menjadi sorotan publik setelah mengaku mengonsumsi hingga 100 serangga hidup setiap hari, kebiasaan ekstrem yang ditampilkan dalam program TLC My Strange Addiction.
Pria berusia 26 tahun asal wilayah Chicago itu secara rutin melahap ulat hongkong, kecoa, dan jangkrik hidup karena mengaku menyukai rasa, tekstur, serta sensasi unik yang ditimbulkan ketika serangga-serangga tersebut bergerak di dalam mulutnya.
Dalam tayangan tersebut, Carlos menyebut ulat hongkong sebagai salah satu serangga favoritnya. Ia menggambarkan rasanya menyerupai makanan ringan populer, dengan sensasi gurih layaknya popcorn mentega.
Ketertarikannya tidak hanya berhenti pada rasa, tetapi juga pada pengalaman fisik yang ia rasakan saat serangga hidup masuk ke dalam mulutnya.
Kebiasaan tersebut memicu kekhawatiran dari orang-orang terdekatnya, terutama pasangannya, Ashley, yang juga merupakan ibu dari bayi perempuan mereka.
Ashley menilai kebiasaan Carlos bukan lagi sekadar keunikan, melainkan sudah menjadi ketergantungan yang berpotensi membahayakan kesehatan dan stabilitas keuangan keluarga. Kekhawatiran itu semakin besar mengingat Carlos saat ini tidak memiliki pekerjaan tetap.
Meski serangga kerap diasosiasikan dengan sesuatu yang murah, kebiasaan Carlos justru membutuhkan biaya. Dalam salah satu adegan, ia terlihat membeli campuran ulat hongkong dan kecoa seharga 8 dolar AS di sebuah toko khusus reptil.
Pengeluaran tersebut dinilai memberatkan, terutama karena dilakukan secara rutin demi memenuhi keinginannya mengonsumsi serangga hidup.
Carlos mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada serangga sudah muncul sejak usia sangat dini. Ia mengaku mulai memakan serangga sejak masih balita dan menyebut rasa penasaran sebagai pemicu awal kebiasaan tersebut.
Seiring bertambahnya usia, kebiasaan itu tidak hilang, justru berkembang menjadi konsumsi harian dalam jumlah besar.
Produser My Strange Addiction mencatat bahwa kebiasaan Carlos mengonsumsi hingga 100 serangga hidup per hari setara dengan sekitar 30.000 serangga per tahun, atau kira-kira seberat seekor kalkun Thanksgiving.
Carlos sendiri menyebut dorongan terkuat untuk melakukan kebiasaan itu muncul ketika ia berada dalam kondisi stres atau menghadapi krisis emosional. Ia menggambarkan tindakannya sebagai bentuk kontrol dan naluri primitif yang memberinya kepuasan tersendiri.
Kondisi tersebut mendorong Ashley untuk meminta Carlos memeriksakan diri ke sebuah klinik pengobatan alternatif di Wisconsin.
Dalam pemeriksaan tersebut, perawat praktisi Nanette Cambronero menjelaskan bahwa meskipun konsumsi serangga dikenal di berbagai budaya, terdapat perbedaan mendasar antara serangga yang diolah dengan benar dan serangga yang dikonsumsi dalam keadaan hidup.
Cambronero memperingatkan bahwa memakan serangga hidup berisiko tinggi karena dapat memasukkan parasit dan bakteri aktif ke dalam tubuh. Ia menjelaskan bahwa racun dari serangga dapat masuk ke aliran darah dan memicu gangguan serius, termasuk kegagalan multi-organ. Bahkan, infeksi parasit tertentu disebut berpotensi menyebar ke otak dan memicu penyakit kronis yang menyerupai gejala demensia dini.
Sebagai langkah pencegahan, Cambronero menyarankan agar Carlos menghentikan konsumsi serangga hidup, memilih serangga yang telah dimatikan dan diolah dengan aman, serta menghindari kecoa yang dikenal sebagai pembawa bakteri berbahaya.
Meski secara umum tampak sehat, Carlos mengakui pernah mengalami jantung berdebar, yang semakin memperkuat kekhawatiran akan dampak jangka panjang dari kebiasaan tersebut.
Usai proses syuting berakhir, Carlos mengklaim telah mengurangi kebiasaannya secara signifikan. Ia menyadari bahwa perilaku tersebut membawa risiko serius bagi kesehatan dan keluarganya.
Meski kebiasaan itu pernah menjadi bagian dari hidupnya, Carlos menyebut fase tersebut kini tidak lagi dijalani secara sadar dan aktif, menandai upaya untuk beralih ke pola hidup yang lebih aman.