
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan langsung ke pabrik VinFast Indonesia di Kawasan Industri Subang Smartpolitan (SIPP), yang diupload dalam channel YouTube-nya Selasa (2/1).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dari dekat progress pembangunan dan memastikan iklim investasi serta penyerapan tenaga kerja lokal berjalan dengan baik.
Dalam kunjungannya yang dipandu langsung oleh manajemen pabrik, Dedi Mulyadi menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan investor. “Investasi harus dijaga, industri harus dijaga. Kehadiran VinFast di Subang adalah peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja,” tegasnya.
Interaksi Dedi dengan para pekerja menjadi sorotan. Salah satunya dengan Pak Nanang (45), petugas kebersihan outsourcing asal Cibogo yang sebelumnya bekerja sebagai sopir truk. Dengan penghasilan harian sekitar Rp130.000, Nanang mengaku lebih stabil bekerja di VinFast.
Dedi juga memberikan perhatian khusus pada aspek kesejahteraan. Saat mengetahui seorang pekerja bernama Asep memiliki tanggungan anak yatim di Purwakarta, Dedi secara spontan memberikan bantuan sekaligus menekankan pentingnya memenuhi kewajiban sebagai orang tua.
Pabrik yang menempati lahan 141 hektar ini sudah memasuki fase persiapan produksi. Berbagai mesin dan peralatan utama untuk body shop dan painting line telah tiba, meski sebagian masih diimpor dari Vietnam.
Manajemen VinFast mengonfirmasi proses rekrutmen karyawan tetap telah dimulai. Hingga saat ini, sekitar 420 tenaga kerja lokal telah direkrut.
Sistem rekrutmen dilakukan secara digital melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk memprioritaskan warga sekitar, dimulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Tujuannya agar transparan dan tidak memicu politik praktis di tingkat lokal. Industri harus nyaman beroperasi,” jelas Dedi tentang mekanisme rekrutmen ini.
Beberapa pekerja yang sudah direkrut, seperti Agus (asal Brebes) dan Cecep (asal Cirebon), mengaku memiliki pengalaman sebelumnya di industri otomotif seperti Hyundai dan Yamaha. Mereka menerima upah di atas Upah Minimum Kabupaten (UMK) Subang yang berkisar Rp3,8 juta.
Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi juga diperlihatkan unit VinFast VF 3 yang telah dirakit di pabrik Subang. Mobil listrik mungil ini merupakan produk CKD (Completely Knocked Down) pertama yang dirakit di Indonesia.
Manajemen memaparkan, untuk model VF 3 dengan skema baterai langganan, harga dimulai dari Rp168 juta. Sementara untuk pembelian baterai sekaligus, harganya sekitar Rp195 juta (on the road).
Pabrik Subang akan menjadi hub produksi dan ekspor utama untuk kendaraan setir kanan VinFast, yang akan dipasarkan ke Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara lainnya.
Dedi Mulyadi juga menyoroti kebutuhan infrastruktur pendukung. Jalan akses menuju pabrik yang masih sempit dinilai perlu diperlehat. Ia mendorong percepatan pembangunan ruas tol yang terhubung langsung ke kawasan industri untuk efisiensi logistik.
“Dengan adanya kawasan industri baru seperti ini, dukungan infrastruktur seperti jalan tol yang terintegrasi mutlak diperlukan,” pungkasnya.
[ad_2]