INDONESIA memenangkan lelang lahan di Mekkah, Arab Saudi untuk pembangunan Kompleks Haji di Mekkah, Arab Saudi. Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (SAPUHI), Syam Resfiadi, menegaskan bahwa lahan yang diperoleh Indonesia bukan merupakan lahan bermasalah, melainkan murni lahan swasta yang secara hukum aman untuk dikembangkan.
“Lahan yang dilelang memang lahan swasta. Jadi insya Allah tidak ada masalah dan kami menyambut positif capaian ini,” kata Syam Resfiadi saat dihubungi, Rabu (7/1).
Menurut Syam, keberadaan lahan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kepentingan jemaah serta bangsa Indonesia secara keseluruhan.
“Ke depannya lahan ini harus difungsikan semaksimal mungkin agar dapat memberi nilai manfaat bagi rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pembangunan Kompleks Haji Indonesia di Makkah diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan kemandirian layanan haji, mulai dari akomodasi hingga fasilitas pendukung lainnya.
Keberhasilan memenangkan lelang ini juga dinilai sebagai bukti kuat diplomasi dan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan jemaah haji di Tanah Suci.
SAPUHI menilai langkah ini sebagai momentum bersejarah yang harus dikawal secara profesional dan transparan.
“Tentu harus kita kawal terus agar pembangunan benar-benar sesuai dengan tujuan awal, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia dari tahun ke tahun,” tuturnya. (H-4)