Cerita Bos Dealer: “Dulu Saya Lihat Mobil China Jijik, Sekarang Luar Biasa”

Hartono Sundoro Hosea, Presiden Direktur Sun Motor Group, perusahaan yang menaungi sejumlah dealer penjualan mobil di Indonesia membongkar perubahan persepsi radikal terhadap mobil China.

Pengusaha yang bisnisnya merambah otomotif, properti, dan perhotelan ini mengakui, pandangannya tentang mobil China telah berbalik 180 derajat.

“Dulu, 10 atau 20 tahun lalu, mobil-mobil China itu saya lihat aja jijik, jelek,” ujar Hartono dengan blak-blakan dalam podcast Sisi Baik, yang diunggah baru-baru ini. “Ternyata sekarang luar biasa. Benar-benar luar biasa dan sampai dia (perkembangannya) cepat sekali.”

Hartono, yang mewarisi dan mengembangkan bisnis dealer orang tuanya dari Solo hingga menjadi grup besar dengan lebih dari 70 outlet dan 19 hotel, menjelaskan transformasi itu terjadi karena strategi pemerintah China yang terintegrasi penuh.

“Saya baru pulang dari China. Di satu kota, misalnya Wuhu, itu adalah ‘kota Chery’. Semua yang kerja di Chery, semua suplainya ada di sana. Pemerintah bikin klaster-klaster industri raksasa seperti itu untuk tiap merek,” paparnya.

Ia menyebut faktor insentif pemerintah, biaya produksi murah, dukungan terhadap puluhan universitas, dan integrasi logistik melalui sungai-sungai besar sebagai kunci harga kompetitif mobil China.

“Enggak bisa dilawan (produsen China). Mau Amerika, saya yakin kalah. Revolusi total, mentalnya beda sekali.”

Menanggapi kekhawatiran masyarakat soal kualitas dan keawetan mobil listrik (EV) China, Hartono membantahnya. Ia menceritakan kunjungannya ke pabrik Chery dimana baterai mobil di-bor dan tidak terbakar, sebagai bukti kemajuan teknologi pengamanan.

“Garansinya sekarang 8 sampai 10 tahun. Sebelum 8 tahun itu, pasti kamu sudah jual, ganti lagi yang baru,” katanya sambil tertawa. Ia juga menyoroti biaya operasional yang jauh lebih hemat dibanding mobil konvensional.

“Enggak perlu ganti oli, enggak ada ini-itu. Pajak juga murah, bensin jelas nol. Hemat sekali dari segi maintenance dan bahan bakar.”

Memandang ke depan, Hartono memprediksi transisi elektrifikasi di Indonesia akan dimulai dari hybrid sebelum beralih penuh ke EV.

“Orang-orang di daerah mungkin masih takut dengan EV, khawatir charging-nya belum ada. Padahal, kalau sehari muter-muter di Jogja atau Semarang, jarak 300-400 km dari sekali charge itu lebih dari cukup. Paradigmanya sering salah,” ujarnya.

Namun, ia memahami masih ada pasar untuk penggemar sensasi mesin. “Ada yang suka kan? Saya dulu juga suka nyetir. Tapi di Jakarta sekarang mah ribet. Itu pasar yang akan lari ke hybrid dulu.”

Hartono juga menegaskan filosofinya tentang mobil. “Mobil itu bukan suatu investasi. Nilainya hilang dalam 4-5 tahun. Saya enggak suka ‘investasi mobil’, pakai aja secukupnya,” ujarnya. Ia mencontohkan Mercedes S600 miliknya yang harganya saat beli Rp2,4 miliar terjun bebas Rp200 jutaan.

Karena itu, rekomendasinya sederhana yaitu beli mobil yang paling cocok dengan kebutuhan. “Kalau butuh 7 penumpang, ya beli yang 7 seat. Sekarang bentuknya sudah bagus semua.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • slot modal kecil jp besar
  • daftar akun slot resmi
  • Situs Slot Online
  • sugar rush 1000x
  • Slot Deposit QRIS
  • Campuran Slot Populer
  • Slot Game Sugar Rush
  • Gates of Olympus
  • Mahjong Ways
  • slot gacor hari ini
  • jp sugar rush
  • bocoran pola hari ini
  • link bandar toto
  • olx707 link resmi
  • link slot hari ini
  • link situs bandar gacor
  • olx707 link resmi 2026
  • olx707 login daftar 2026
  • slot hari ini
  • link bandar slot
  • olx707 link resmi kami
  • daftar slot gacor
  • link Slot Mudah Maxwin