Bixby bisa dibilang sebagai “penyintas” di dunia smartphone. Selama bertahun-tahun, asisten digital buatan Samsung ini sering dianggap sebelah mata, bahkan dijuluki sebagai tombol yang tak pernah diminta pengguna.
Banyak pemilik ponsel Galaxy langsung menggantinya dengan Google Gemini atau asisten lain. Namun, Samsung tampaknya belum siap mengibarkan bendera putih.
Melalui One UI 8.5, Samsung menyiapkan kejutan besar. Bixby kini mendapatkan peningkatan signifikan dengan integrasi Perplexity AI, sebuah mesin pencari berbasis AI yang dikenal dengan jawaban akurat dan dilengkapi sumber rujukan.
Langkah ini menandai perubahan strategi penting Samsung dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan mereka sendiri.
Dilansir dari sammyfans (28/12/25), versi terbaru Bixby tidak lagi bekerja sendirian. Samsung menerapkan pendekatan multi-model, di mana Bixby menangani tugas-tugas lokal di perangkat, sementara Perplexity AI mengambil alih permintaan yang membutuhkan pencarian web dan analisis mendalam.
Perintah sederhana seperti menyalakan senter, mengatur alarm, atau mengirim pesan tetap diproses langsung oleh sistem internal ponsel. Namun ketika pengguna mengajukan pertanyaan kompleks, Bixby akan “meneruskan” tugas tersebut ke Perplexity.
Pendekatan ini mirip dengan strategi Apple yang menggandeng ChatGPT untuk Siri. Bedanya, Samsung memilih Perplexity karena kemampuannya menampilkan hasil pencarian real-time lengkap dengan tautan sumber.
Alih-alih jawaban panjang yang sulit diverifikasi, pengguna akan mendapatkan kartu informasi yang ringkas, jelas, dan transparan.
Tak hanya dari sisi kecerdasan, Bixby juga tampil dengan wajah baru. Bocoran One UI 8.5 memperlihatkan perubahan desain besar-besaran. Tampilan Bixby yang sebelumnya memenuhi layar kini digantikan oleh kartu transparan di bagian bawah.
Desain ini mengusung bahasa visual “Liquid Glass” yang disebut-sebut akan menjadi ciri khas Samsung mulai 2026, dengan efek blur lembut dan bayangan halus yang terasa lebih modern dan tidak mengganggu.
The new Bixby UI pic.twitter.com/mL5I4Dihy4— Ach (@achultra) December 27, 2025
Menariknya, versi Bixby terbaru dengan nomor 4.0.50.4 ini pertama kali terdeteksi diuji di wilayah Eropa. Aksesnya masih terbatas dan belum bisa diinstal secara bebas melalui APK.
Langkah ini memunculkan spekulasi bahwa Samsung sedang melakukan uji coba terkontrol, kemungkinan terkait regulasi AI di Eropa atau kesiapan fitur Gemini yang berbeda di tiap wilayah.
Di balik pembaruan ini, tersirat pesan strategis yang cukup jelas. Samsung tampaknya ingin mengurangi ketergantungan penuh pada Google Gemini. Dengan menghadirkan alternatif AI melalui Perplexity, Samsung membuka jalan bagi pengalaman AI yang lebih beragam dan tidak terikat pada satu penyedia saja.
Fokus utama Samsung kini adalah membuat Bixby kembali relevan. Alih-alih mengejar karakter AI yang “terlalu cerewet”, Samsung menekankan akurasi informasi dan fungsi nyata.
Jika strategi ini berhasil, bukan tidak mungkin pengguna Galaxy akan mulai mempertimbangkan kembali untuk menggunakan Bixby sebagai asisten utama mereka.
Apakah integrasi Perplexity cukup kuat untuk membuat pengguna berhenti menekan lama tombol Gemini? Jawabannya kemungkinan akan terungkap dalam ajang Unpacked 2026, saat Samsung membuka tabir penuh masa depan AI di perangkat Galaxy.